Jakarta, CNBC Indonesia Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah menyiapkan amunisi guna menghadapi tantangan di 2019. Agar kinerja lembaga keuangan tetap bertumbuh dan dapat berkontribusi banyak ke pertumbuhan ekonomi Indonesia, OJK menyiapkan 5 fokus strategi.

Ketua OJK Wimboh Santoso menjabarkan tahun ini OJK akan memperbesar peran alternatif pembiayaan jangka menengah dan panjang bagi sektor strategis melalui pengembangan pasar modal. Pihaknya akan lebih banyak memberikan insentif kepada calon emiten melalui penerbitan berbasis utang atau syariah, RDPT, EBA, DIRE, Dinfra, dan ada beberapa instrumen derifatif.

“Seperti IGBF (Indonesia Government Bond Future) lalu kami juga akan menelaah lebih lanjut aturan mengenai MTN yang memang lebih memfokuskan dalam sisi aspek perlindungan konsumennya,” kata Wimboh dalam acara Pertemuan Tahunan Industri Keuangan OJK di Ritz carlton Pasific Place, Jumat (11/1/2019).

Selain itu, OJK juga akan mengembangkan produk investasi berbasis syariah, seperti Sukuk Wakaf. Strategi lainnya juga mendukung upaya global dalam suistanable development.

Strategi kedua, lanjut Wimboh, OJK bakal fokus mendukung upaya pemerintah mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional dengan mendorong lembaga jasa keuangan untuk meningkatkan kontribusi pembiayaan kepada sektor prioritas, misalnya industri ekspor, substitusi impor, pariwisata dan sektor perumahan.

“Kami akan mendorong realisasi program KEK, lalu kerja sama dengan instansi terkait mengenai pengembangan skema pembiayaan serta ekosistem pendukungnya. Termasuk juga mungkin akan ada asuransi pariwisata yang didukung pendampingan kepada pelaku UMKM di sektor pariwisata,” lanjutnya.

Strategi ketiga, yakni penyediaan akses keuangan bagi UMKM dan masyarakat kecil di daerah terpencil. Untuk tahun ini OJK, lanjut Wimboh, akan coba mencapai sekitar 100 lembaga keuangan mikro syariah. Termasuk tingkatkan kerja sama dengan lembaga terkait memfasilitasi penyaluran KUR. Lalu penyaluran KPR milenial, bansos non-tunai.

“Kami akan fasilitasi peran TPAKP dan satgas waspada investasi agar dapat mendukung pencapaian target inklusi keuangan sebesar 75% di tahun ini,” katanya.

Strategi keempat, OJK akan siapkan IJK dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Pihaknya akan mendorong startup seperti P2P maupun peran-peran equity crowd funding melalui peningkatan fintech center dengan kerangka pengaturan yang kondusif.

“Kelima, kami akan siapkan infrastruktur memadai dan dorong lembaga jaga keuangan untuk digitalisiasi produk dan layanan keuangan dengan memadai.” tandasnya.

[Gambas:Video CNBC]

(dru)