Jakarta, CNBC Indonesia – PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE) akan menerbitkan obligasi senilai Rp 500 miliar. Dananya akan digunakan perusahaan untuk melakukan pembayaran sejumlah utang kepada perbankan dan membiayai modal kerja anak usahanya.

Berdasarkan prospektus yang dirilis perusahaan pada Jumat (11/1/2019), obligasi yang memperoleh rating BBB+ (triple B plus) dari Pefindo ini akan diterbitkan dalam tiga seri, seri A dengan tenor 370 hari, seri B tenor 3 tahun, dan seri C selama 5 tahun.

Obligasi ini merupakan tahap pertama dari penawaran umum berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan II Tiphone dengan target penghimpunan dana senilai Rp 2 triliun. Kupon obligasi hingga saat ini belum ditetakan.

Dana obligasi secara rinci yakni Rp 100 miliar akan digunakan untuk pembayaran sebagian utang dari fasilitas pinjaman anak usahanya PT Telesindo Shop dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Lalu sebesar Rp 50 miliar lain akan digunakan membayar pinjaman dari Standard Chartered Bank.

Adapun Rp 100 miliar akan disetor kepada PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) sebagai pembayaran utang fasilitas pinjaman perusahaan.

Sisanya dana obligasi akan digunakan untuk modal kerja entitas anak yang akan disalurkan dalam bentuk pinjaman ke Telesindo Shop, Simpatindo Multi Media, dan Perdana Mulia Makmur.

Masa penawaran mulai dilakukan pada 11 hingga 24 Januari mendatang. Perseroan berharap pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bisa diperoleh pada 31 Januari. Masa penawaran umum akan dilakukan pada 1-4 Februari dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditargetkan pada 8 Februari 2019.

Perseroan menunjuk Bahana Sekuritas dan Sinarmas Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi, sementara Bank Bukopin sebagai wali amanat obligasi.

Data KSEI mencatat tahun ini ada obligasi Tiphone jatuh tempo pada 14 Oktober 2019 yakni sebesar Rp 256 miliar dari Obligasi Berkelanjutan I Tiphone Tahap II Tahun 2016 Seri B.

 

(tas)