Jakarta, CNBC Indonesia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru saja mengeluarkan aturan POJK Nomor 35/POJK.05/2018 tentang multifinance yang salah satunya membolehkan muka alias DP [Down Payment] 0% di multifinance.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso secara implisit menyatakan, peraturan OJK (POJK) mengenai dibolehkannya penyaluran kredit kendaraan tanpa uang muka (down payment/DP) merupakan pancingan supaya perusahaan pembiayaan (multifinance) menyehatkan tingkat non performing financial (NPF). Pasalnya, hanya perusahaan pembiayaan yang NPF-nya kurang dari 1% saja yang boleh menyalurkan kredit DP 0%.

“Itu kan sangat selected. Itu yang betul-betul tingkat kesehatannya sehat. Dan NPF-nya harus di bawah 1%. Artinya, kita itu memancing tolong loh NPF-mu itu diturunin dan kamu kesehatannya [harus] bagus sehingga kamu bisa memberikan DP 0%,” kata Wimboh seusai acara pertemuan tahunan lembaga jasa keuangan di Ritz Carlton kemarin, Jumat (11/1/2019).

Lebih dari itu, Wimboh menjelaskan, POJK tersebut diterbitkan guna mendorong pertumbuhan kredit sehingga semua pelaku ekonomi tetap berjalan. Di tengah penduduk yang semakin banyak, lanjut Wimboh, angkatan kerja semakin banyak sehingga penduduk butuh pekerjaan.

Dalam penerapannya, kredit produksi dan kredit konsumer pun akan tetap dijaga seimbang. “Harus balance. artinya kredit produksi , memproduksi itu harus ada yang beli. Tidak bisa produksi semua, jadi antaraproduksi konsumsi ekspor dan ekspor harus sejajar,” imbuhnya. 

Perusahaan multifinance pun seharusnya tidak perlu takut penyaluran kredit dengan DP 0% berpotensi menjadi kredit macet. Menurutnya, risk management perusahaan harus diperbaiki agar risiko tidak signifikan.

“Risk managementnya harus bagus. ya pertama kalau tadi lembaganya sehat dan juga NPF-nya kurang 1% ruang dia masih besar. Sehingga ini bukan berarti harus,” ungkapnya. 

Namun demikian, Wimboh tidak menjelaskan seberapa besar potensi penyaluran kredit DP 0% ini. Ia juga tidak menjelaskan seberapa banyak perusahaan multifinance yang memiliki NPF kurang dari 1%. 

[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)